Pertunjukan Rakyat KIM GRANDIS Ds. Mojolegi, Karangtengah, Imogiri Kethoprak “Bermono Kembar” (15/03)

BANTUL, DISKOMINFO – Pertunjukan rakyat berupa pagelaran kethoprak dengan cerita berjudul “Bermono Kembar” dibawakan oleh Paguyuban Sani Sandiwara Kethoprak Mataram(15/03). Pertunjukan rakyat ini diselenggarakan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) GRANDIS, Dusun Mojolegi, Karangtengah, Imogiri.
Cerita ini merupakan cuplikan dari serangkaian cerita yang terkait dengan tokoh legenda Bojonegoro, Prabu Angling Dharma. Cerita ini dibuka dengan tampilnya Prabu Condro Senggolo sesosok jin yang tengah menaruh hati kepada Nyi Bermani. Nyi Bermani ini adalah istri dari Ki Bermana, mereka adalah sepasang suami istri yang baru saja menikah.

Untuk dapat bersama dengan Nyi Bermani, Prabu Condro Senggolo menggunakan kesaktiannya untuk beralih wujud menyerupai Ki Bermana. Namun ketika sedang berduaan dengan Nyi Bermani, Ki Bermana yang asli kembali ke rumah dan terjadilah pertarungan sengit. Nyi Bermani berhasil menghentikan pertarungan tersebut, namun masih kebingungan karena tidak dapat membedakan mana Ki Bermana yang asli. Nyi Bermani meminta bantuan ke pemerintah Kadipaten Bojonegoro yang kemudian menggelar sayembara yang terbuka untuk masyarakat dengan imbalan kedudukan di pemerintahan Kadipaten Bojonegoro.

Ki Demang Klungsur dan anaknya Joko Gedug yang tinggal di Desa Randu Gunting mendengar mengenai berita tersebut dari Mliwis Putih. Mliwis Putih tersebut merupakan jelmaan dari Prabu Angling Darma. Mliwis Putih menyarankan Ki Demang Klungsur dan anaknya mengikuti sayembara serta memberitahu cara membedakan mana Ki Bermana yang asli.

Singkat cerita, Ki Demang Klungsur menyiapkan sebuah Kendil (wadah minum dengan mulut yang kecil) dan mengatakan dihadapan kedua Ki Bermana bahwa yang dapat masuk ke kendil tersebut adalah Ki Bermana yang asli. Tanpa pikir panjang, salah satu dari kedua Ki Bermana mengubah wujudnya kembali menjadi jin dan masuk ke dalam kendil. Dengan sigap, Ki Demang Klungsur menutup kendil dan mengumumkan bahwa Ki Bermana masuk ke dalam kendil adalah yang palsu. Dengan demikian Ki Demang Klungsur memenangkan sayembara dan diberi kedudukan di pemerintahan Kadipaten Bojonegoro.
